
Senior Adviser Legal Identity AIPJ Wahyu Widiana (kanan) sedang memberikan presentasi tentang Pelayanan Terpadu di ruang pertemuan PTA Makassar tanggal 20 Oktober 2014. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, para hakim, Pansek dan para pejabat P
Pelayanan Terpadu Terus Menerus Digaungkan di Sulawesi Selatan
Pelayanan terpadu, yang sudah mulai banyak dilaksanakan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, juga di tempat-tempat lainnya di Indonesia, kembali disosialisasikan dan didiskusikan pada beberapa kegiatan yang dilakukan di Makassar, bulan Oktober 2014 ini.
Kali ini, Senior Adviser Legal Identity AIPJ Wahyu Widiana yang berada di Makassar dalam rangka menghadiri dan menjadi nara sumber pada Pelatihan Petugas dan Mitra Pelaksana Pelayanan Terpadu, sempat memberikan presentasi pelayanan terpadu pada suatu pertemuan di kantor PTA dan pertemuan Bimtek SIADPA PLUS di sebuah hotel di Makassar. Wahyu Widiana juga sempat melakukan audiensi kepada pimpinan Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Di PTA Makassar, pelayanan terpadu dipresentasikan dan didiskusikan pada suatu pertemuan khusus yang dihadiri oleh sekitar 30 peserta, yang terdiri dari pimpinan, para hakim dan para pejabat PTA, pada Senin (20/10) sore.
Hasan Bisri, yang masih belum lama menjabat sebagai Ketua PTA Makassar, menyatakan bahwa pelayanan terpadu sudah mulai banyak dilaksanakan di wilayah yurisdiksinya, yaitu provinsi Sulsel dan Sulbar, namun masih perlu terus ditingkatkan lagi.
“Kami senang, sebab Pak Gubernur sangat mendukungnya. Demikian juga di beberapa kabupaten, bahkan Pemda menyediakan anggaran untuk pelaksanaan pelayanan terpadu ini”, kata Hasan Bisri.
“Insya Alloh, akan kami dorong lagi PA-PA untuk dapat melaksanakan pelayanan terpadu”, tambahnya lagi dengan mantap.
Sementara itu Selasa malam (21/10), para peserta Bimtek SIADPA PLUS yang terdiri dari para Wakil Ketua dan Wakil Panitera 24 PA di Sulsel dan Sumbar mendapatkan orientasi pelayanan terpadu dari Wahyu Widiana, yang diberi waktu khusus bicara pada acara Bimtek itu.
“Kami mengharapkan PA-PA di wilayah Sulsel dan Sulbar ini, terutama yang mempunyai anggaran sidang keliling dan layanan prodeo, dapat mengkordinasikan pelayanan terpadu bersama PA dan Dinas Dukcapil”, kata Wahyu Widiana setelah menjelaskan pelayanan terpadu yang telah menjadi program nasional dan mendapat dukungan dari Pimpinan Mahkamah Agung.
Pada pagi hari Rabu (22/10), Wahyu Widiana juga sempat menyosialisasikan pelayanan terpadu di ruang kerja Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Sulsel di Makassar.
Dr. Kaswad Sartono, Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah, atas nama Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, yang didampingi para pejabat dan stafnya, menyambut baik dan mendukung adanya pelayanan terpadu ini.
“Pelayanan terpadu sangat membantu masyarakat. Namun demikian, perlu dilakukan upaya-upaya lainnya, agar Itsbat Nikah ini tidak ada kesan melemahkan perintah pencatatan perkawinan seperti disebutkan UU 1/1974”, kata Doktor bidang pemikiran Islam ini.
Pelayanan terpadu yang didukung oleh instansi-instansi terkait di tingkat pusat kini sudah banyak dilaksanakan di beberapa daerah, walaupun masih sangat banyak daerah-daerah lainnya yang belum melaksanakannya. Oleh karena itu, soasialisasi dan dukungan anggaran masih perlu terus ditingkatkan. (Adli Minfadli Robby).