- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
-
Kekuatan Perempuan dan Inspirasi Perubahan - Tentang Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK)
Kekuatan Perempuan dan Inspirasi Perubahan - latar belakang dan capaian SPAK
-
Kolaborasi Cek Sekolah-Ku dengan SPAK (Saya, Perempuan Anti Korupsi)
Cek Sekolah-Ku adalah konsep gerakan sosial untuk mengawasi pelayanan publik yang berbasis pada kekuatan komunitas-komunitas yang terkait dengan tata kelola sekolah. “Saya, Perempuan Anti Korupsi” ini juga satu model gerakan sosial anti korupsi yang berbasis pada kekuatan kelompok-kelompok perempuan di Indonesia. Dengan jumlah agen atau anggotanya yang puluhan ribu, saya…
-
Bab 1 : Pendahuluan
-
Effective advocacy led by disabled people organisations
-
Promoting and supporting leadership by people with disability
-
Evaluation summary promoting and protecting the rights of people with disability in indonesia
Evaluation summary promoting and protecting the rights of people with disability in indonesia
-
Gerakan SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) 2015
Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi, adalah sebuah gerakan sosial pencegahan korupsi yang dimulai dari perempuan. Gerakan ini sudah memiliki Agen sebanyak 499 orang yang tersebar di 15 Provinsi di Indonesia.
-
Saya Perempuan Antikorupsi - Ucapan selamat ultah ke-2 dan Pesan Ibu Risma
Ucapan selamat ulang tahun kedua dari Ibu Risma untuk gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi
-
AKU MAU
AKU MAU kata sederhana yang membawa RA Kartini mewujudkan mimpinya
-
Road To Dignity
This short film pictures how communities obtain legal access through legal clinics and integrated mobile services.
-
Building anti corruption values among children in Makassar
A thousand children from 62 primary schools in South Sulawesi played the newly launched anti corruption board game: Semai (Sembilan Nilai or Nine Anti Corruption Values). The event was held in Makassar on 18 August 2015 and was recorded by the Indonesian Record Museum. What a fun way to spread…
-
ONLINE PSA PERAYAAN ANAK
-
Video Grand Launching
-
Video Teaser
-
Anggota PKK Diberikan Penyuluhan Antikorupsi
200 participants joined “Saya, Perempuan Anti Korupsi!” seminar on 21 October 2015 in Jakarta. They came from 5 areas including Kepulauan Seribu. Each areas were represented by the wife of mayor, the wife of regents/districts head and member of PKK. Interesting anti corruption follow up activities were brought up by…
-
Tutorial Mengurus Akta Kelahiran
Mudahnya mengurus Akta Kelahiran
-
Perempuan Lawan Korupsi (part 1)
Sebagai istri dan sebagai ibu, perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memberi andil sangat besar terhadap arah perkembangan suami maupun anak-anak. Hal ini menjadi perhatian bagi KPK dan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice). AIPJ adalah salah satu program DFAT untuk
-
Perempuan Lawan Korupsi (part 2)
Sebagai istri dan sebagai ibu, perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memberi andil sangat besar terhadap arah perkembangan suami maupun anak-anak. Hal ini menjadi perhatian bagi KPK dan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice). AIPJ adalah salah satu program DFAT untuk
-
Perempuan Lawan Korupsi (part 3)
Sebagai istri dan sebagai ibu, perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memberi andil sangat besar terhadap arah perkembangan suami maupun anak-anak. Hal ini menjadi perhatian bagi KPK dan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice). AIPJ adalah salah satu program DFAT untuk
-
Satu Tahun SPAK: 21 April 2015
Gerakan Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang diluncurkan pada tanggal 22 April 2014 - dalam satu tahun telah menghasilkan lebih dari 200 Agen yang tersebar di 13 Provinsi. Para Agen SPAK telah memberikan pendidikan anti korupsi pada lebih dari 20,000 orang.
-
PEKKA Director Nani Zulminarni receiving Kick Andy Young Heroes Award 2015
PEKKA Director Nani Zulminarni receiving Kick Andy Young Heroes Award 2015, 7 March 2015. PEKKA is one of AIPJ’s main partner in implementing legal identity and family law issues.
-
Training Saya Perempuan Anti Korupsi
Puluhan perempuan dari berbagai daerah wilayah Indonesia Timur seperti Manado, Ambon, dan Papua mengikuti Training For Trainers (TOT) yang merupakan gerakan “Saya Perempuan Anti Korupsi” (SPAK), Kamis (5/3). Para perempuan ini berikrar anti korupsi dengan menempelkan kain bergambar tangan mereka. Hal ini dilakukan karena perempuan dianggap mempunyai pengaruh penting dalam…
-
109 Kader PKK Dilatih
Ratusan penduduk Solo berpartisipasi dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga / PKK) Pelatihan catatan sipil. Pelatihan ini diprakarsai oleh Depdagri dalam kemitraan dengan PUSKAPA UI, AIPJ, PKK dan Dispendukcapil Kota Surakarta. Kepala National PKK, Erni Guntarti resmi membuka pelatihan. 109 peserta dari PKK di desa (kelurahan) dan tingkat kecamatan,…
-
Legal Integrated Services in Kuala, Langkat
Video ini menggambarkan proses pelayanan terpadu di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Prov Aceh tentang proses mendapatkan akta dan legalitas di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan oleh AIPJ dan mitranya di sejumlah daerah di Indonesia
-
Video tentang kasus Tilang
Video ini menggambarkan hasil penelitian tentang penanganan perkara tilang di Indonesia. Penelitian ini dilakukan oleh AIPJ dan mitranya di sejumlah pengadilan negeri dan pengadilan tinggi.
-
Saya Perempuan Anti Korupsi
Pada 21 Juli 2014 beberapa staf AIPJ bersama rekan kuliah mereka mengadakan sesi permainan arisan Anti Korupsi. “Kita seringkali tidak sadar kalo sudah melakukan tindakan korupsi,” kata Ika, salah satu peserta. Maka dari itu, kegiatan kampanye ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ seperti ini sangat penting.
-
Suara Sang Pencari Keadilan
Selama beberapa bulan pada tahun 2013-2014, SIGAB - salah satu mitra AIPJ, memberi pendampingan kepada seorang wanita tuna rungu yang menerima perlakuan pelecehan seksual oleh gurunya. Video ini menceritakan bagaimana pengadilan berhasil menjatuhkan hukuman bagi pelaku dan proses yang dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan khusus korban.
-
10 tahun Kerja Sama antara Lembaga Peradilan Australia dan Indonesia
The video presents the partnership between Indonesia's Supreme Court with Federal Court of Australia and Family Court of Australia in the past decade.
-
Kenali Hukum Jauhkan Hukuman
This video shows the main duty and role of the Attorney General Office. One of them is to teach people about the law, through the Information Unit's work.
-
Buku dan Video: Saya Perempuan Anti Korupsi
Buku ini merupakan salah satu bagian dari seperangkat alat bantu pendidikan anti-korupsi. Selain buku ini, masih ada video tutorial dan permainan Arisan Anti Korupsi. Kesemuanya diperuntukkan untuk kita memahami, mendalami korupsi dan menyebarluaskan pengetahuan ini kepada orang-orang yang kita sayangi. Informasi lebih lengkap: http://acch.kpk.go.id/en/buku-saya-perempuan-anti-korupsi
Anak Muda Penebar Narasi Damai

{caption_in}
Andrian Habibi masih terkenang dengan kantong asoy di masa kecilnya di Deli Serdang. Setiap hari raya agama apapun, Andrian dan teman-teman akan berkeliling membawa kantung plastik. Selain mengucapkan selamat kepada warga yang merayakan dan mencicipi berbagai hidangan, mereka juga sibuk mengumpulkan buah tangan dalam plastik.
“Setelah Reformasi di akhir 90an, kebiasaan ini pelan-pelan menghilang dari kampung kami,” ujar Andrian, yang kini aktif di sebuah perhimpunan hak asasi manusia di Jakarta. Cerita Jihan Avie tentang Desa Kutuk di Kudus dan Vili Indri tentang Dusun Kemiri di Temanggung, Jawa Tengah, lain lagi. Merawat pluralisme dengan berbagai pemeluk ragam agama dan penghayat kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari bukan sesuatu yang asing bagi mereka, termasuk di luar wilayah desa. Ketika Vili berada di Jakarta, misalnya, seorang tetangga bikhu menyempatkan diri untuk menengok dan memastikan kondisinya.
Andrian, Jihan, dan Vili, beserta 29 anak-anak muda dari berbagai wilayah Jabotabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, bercerita tentang pengalaman mereka dalam sesi diskusi Kemah Jurnalisme Damai yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation dan Qureta, dengan dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice 2 di Jakarta, 10 – 12 November 2017. Sebagai syarat terpilih menjadi peserta Kemah Jurnalisme Damai, setiap calon peserta wajib mengirim contoh tulisan seputar agama dan toleransi.
Kemah Jurnalisme Damai berlangsung selama tiga hari dengan menggabungkan prinsip-prinsip jurnalisme, pemahaman kekerasan ekstremisme di masing-masing daerah. Kegiatan kemah juga mendorong ide-ide anak muda untuk menangkal bibit radikalisme dengan menyebarluaskan narasi damai secara kreatif.
Temuan survei nasional Wahid Foundation pada 2016 dengan 1520 responden menunjukkan sekitar 600.000 umat Islam di Indonesia mengaku pernah terlibat aksi radikalisme dan sekitar 7,7 persen mengaku bersedia menjalankan aksi radikalisme jika memiliki kesempatan (jumlah ini mendekati sekitar 11 juta penduduk jika diterapkan dengan populasi penduduk Indonesia).
Tingginya jumlah temuan ini, menurut Senior Officer Media and Campaign, Khoirul Anam, menjadi perhatian khusus Wahid Foundation untuk menjalankan berbagai kegiatan untuk membangun generasi muda penebar narasi damai di Indonesia.
“Semangat yang dibangun dalam kegiatan ini berangkat dari rendahnya literasi masyarakat Indonesia. Hal ini membuat mereka sulit menyaring informasi dan memahami berbagai permasalahan,” ujar Luthfie Assyaukanie, pendiri Qureta sekaligus fasilitator utama Kemah Jurnalisme Damai.
Maraknya pesan-pesan intoleran dalam jejaring komunikasi digital menjadikan remaja sebagai kelompok rentan yang mudah terpengaruh. Lewat prinsip menulis jurnalisti serta penghayatan nilai-nilai toleransi, para peserta memperoleh bekal untuk berperan sebagai agen penebar narasi damai di masing-masing wilayah. Lebih lanjut, peran aktif mereka kelak akan membantu upaya menangkal konten hoax dan radikal di kalangan remaja.
Hal yang sama mendorong Ariyanti S.Dewi (Ari), peneliti kelautan dan perikanan, yang juga alumni Australian Awards pada 2013 untuk berpartisipasi. Ari sering merasa kurang nyaman dengan komentar-komentar ‘panas’ yang berseliweran di sosial media karena perbedaan pandangan politik.
“Yang mengherankan buat saya, sebagian dari mereka pernah sekolah di luar negeri. Ibarat kata sudah pernah merasakan menjadi ‘minoritas’ di negara orang. Pengalaman saya di Universitas Queensland di Australia malah membuat saya berpikir apakah saya sendiri bisa bersikap sangat toleran terhadap minoritas. Profesor dan rekan-rekan sejawat saya sangat perhatian hingga menyediakan ruang sholat khusus bagi saya di laboratorium (padahal sudah ada mushola juga di kampus). Hal-hal kecil seperti ini membekas bagi saya dan sejak saat itu, mempengaruhi interaksi saya dengan kelompok lain,” ujar Ari.
Namun Ari sering merasa tidak percaya diri untuk membalas komentar-komentar sinis tersebut. “Semoga dengan ikut pelatihan ini, saya akan lebih berani beropini. Yang pasti harus siap menjadi target bully di sosial media,” tambahnya.
Usai pelatihan, setiap peserta, sesuai wilayah masing-masing, akan kembali berdiskusi dan mengajukan proposal diseminasi narasi damai untuk persetujuan Wahid Foundation. Tindak lanjut kegiatan akan berlangsung sepanjang 2018. “Kami juga siap membantu setiap wilayah agar mendapat dukungan langsung dari pihak pemangku kepentingan di masing-masing daerah,” ujar Anam.