2016 is a transition year for AIPJ. For information on 2011-2015 programs, please click 'Completed Programs' button

Membimbing Generasi Penerus Dengan Nilai Antikorupsi

Awalnya, Ibu Hartati (Tati) berkeyakinan untuk mengajar nilai antikorupsi bagi anak didik. Ibu Tati adalah salah satu peserta Diklatpim IV* Lingkup Kementerian Agama, di mana ia menjadi salah satu peserta dari berbagai wilayah di Sulawesi. Sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Ibu Tati telah lama berupaya melakukan terobosan pembelajaran bagi anak-anak Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/Q). 

“Memang tiap hari anak-anak belajar agama dan mengaji. Namun kami harus mengantisipasi agar mereka tidak bosan. Lebih penting lagi, bagaimana anak-anak menerapkan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekedar menghafal tetapi juga dapat mengamalkan,” ujar IbuTati. Di Kabupaten Bulukumba, terdapat 484 Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/Q), yang menjangkau ribuan anak dari latar belakang keluarga miskin.

Berangkat dari kegelisahan ini, Ibu Tati mengajukan inovasi pendidikan agama untuk tugas pelatihan lewat Semai – Sembilan Nilai Permainan Anak Antikorupsi. Ibu Tati awalnya mengenal Semai melalui pelatihan Untuk pelatih Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) pada 2016 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pelatihan ini diselenggarakan oleh KPK dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2).   

“Dari sudut pandang saya, sembilan nilai kehidupan yang disebarkan lewat permainan Semai seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, sangat pas dengan materi kurikulum TPA/Q. Karenanya,  saya mengajukan inovasi yang mengadaptasi Semai sebagai pendekatan Rumah Cerdas," ujar Ibu Tati. Rumah Cerdas adalah pusat pengembangan kapasitas para pembina dan Ustadz/ah TPAQ di Bulukumba. 

Terobosan ini membuahkan hasil. Pada 31 Juli 2017, Proyek Perubahan Rumah Cerdas meraih peringkat pertama Diklatpim IV. Keberhasilan ini semakin menyemangati Ibu Tati dan rekan-rekan dalam menyusun dan mengadaptasi konten permainan Semai bagi kebutuhan TPA/Q.  

Kerja keras tim penyusun juga mendapat dukungan dari Siti Isniyah, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahateraan Keluarga (TP-PKK) sekaligus istri wakil bupati. Salah satu rangkaian program kerja TP-PKK yang sekaligus memperingati  Tahun Baru Islam 1 Muharram1439 H (yang berlangsung pada 21 September 2017), akan melibatkan peluncuran Semai TPA/Q. Peluncuran juga akan menghadirkan para pembina dan santri-santri dari 10 kecamatan yang mewakili sekitar 50 hingga 100 TPA/Q dari berbagai wilayah di Bulukumba. 

“Untuk proses persiapan peluncuran Semai, kami juga melibatkan para ustadz/ah senior untuk memastikan kesesuaian antara bahasa dalam konten permainan dengan usia santri. Harapan kami adalah agar para santri memahami nilai-nilai ini serta menerapkannya dalam pembelajaran bagi anak didik.”   

Semua upaya persiapan dijalankan secara mandiri oleh Ibu Tati dan tim penyusun. “Kalau menunggu ketersediaan dana, kita tidak akan pernah berani memulai. Yang penting bagi kami adalah berbagi semangat untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak.” 

*Diklat Kepemimpinan untuk aparatur pemerintah meningkatkan kompetensi sesuai jenjang jabatan struktural